Bupati Luwu Dorong Peran Penyuluh dalam Percepatan Tanam

LUWU - Bupati Luwu, Patahudding, menekankan pentingnya penguatan peran penyuluh pertanian dalam mendorong percepatan tanam dan optimalisasi lahan di daerah. Hal itu disampaikannya saat Rapat Koordinasi Percepatan Tanam Wilayah Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Luas Tambah Tanam (LTT) yang digelar di Aula Rumah Jabatan Bupati Luwu, Jumat (24/4/2026).


Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI Muhammad Taufiq Ratule, serta Kapoksi Kelembagaan dan Pemberdayaan Petani BPPSDM Kementerian Pertanian RI Ahmad Dedy Syathori. Hadir pula para penyuluh pertanian dari seluruh wilayah Kabupaten Luwu.


Dalam sambutannya, Ahmad Dedy Syathori menegaskan bahwa kebijakan penarikan penyuluh ke pusat bukan dimaksudkan untuk melemahkan program di daerah. Menurut dia, langkah tersebut justru diarahkan untuk memperkuat sistem pertanian nasional secara menyeluruh.


Sementara itu, Muhammad Taufiq Ratule menekankan bahwa penyuluh memiliki peran kunci dalam mencapai target luas tambah tanam setiap bulan. Ia menyebutkan, capaian swasembada pangan tidak dapat dilepaskan dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat hingga petani di lapangan.


“Dengan beralih ke pusat, mestinya kinerja harus lebih baik. Target kita minimal sama dengan April tahun lalu atau bahkan lebih tinggi,” ujar Taufiq.


Bupati Patahudding dalam arahannya menyampaikan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian Kabupaten Luwu. Karena itu, menurut dia, upaya optimalisasi lahan dan percepatan luas tambah tanam perlu dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.


“Optimalisasi lahan dan percepatan luas tambah tanam merupakan langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, TNI/Polri, penyuluh, dan petani, saya yakin target yang ditetapkan dapat tercapai,” kata Patahudding.


Ia juga berharap Kementerian Pertanian dapat menambah jumlah penyuluh pertanian di Kabupaten Luwu. Saat ini, terdapat 132 penyuluh yang menangani 207 desa dan 20 kelurahan, sehingga belum memenuhi kebutuhan ideal satu desa satu penyuluh.


Rapat koordinasi tersebut dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama para penyuluh pertanian yang dipandu Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Luwu, Islamuddin, guna merumuskan langkah konkret percepatan tanam di wilayah tersebut. 

Previous Post Next Post