Akses Jalan Dipalang, 300 Karyawan Gagal Bekerja, ABTL Soroti Ketegasan Pemerintah

LUWU  - Ketua Asosiasi Buruh Tanah Luwu (ABTL), Zainuddin, menyoroti minimnya respons pemerintah terhadap dampak aksi pemalangan jalan di Desa Saronda, Kecamatan Bajo Barat, yang dinilai merugikan banyak pihak.


Aksi pemalangan yang berlangsung sejak Jumat, 3 April 2026, menyebabkan sekitar 300 karyawan tidak dapat masuk kerja. Selain itu, distribusi bahan pokok untuk kebutuhan karyawan perusahaan juga tertahan di lokasi akibat akses yang terputus.


Zainuddin menilai pemerintah seharusnya bertindak tegas karena persoalan tersebut menyangkut kepentingan publik. Ia menegaskan bahwa jalan yang dipalang merupakan fasilitas umum milik negara yang seharusnya dapat diakses oleh semua pihak.


“Semua warga memiliki hak dan kewajiban yang sama, termasuk dalam membayar pajak. Jalan itu milik bersama, sehingga ketika ada pihak yang dirugikan, pemerintah harus segera mengambil langkah tegas,” ujarnya.


Ia juga mempertanyakan komitmen Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Investasi Kabupaten Luwu dalam menangani persoalan di wilayah lingkar tambang. Menurutnya, kejadian serupa kerap berulang tanpa penanganan yang jelas.


“Bulan lalu Satgas sudah mengundang pihak perusahaan dan subkontraktor untuk membahas hambatan investasi. Namun, pemalangan ini justru dibiarkan berlarut-larut,” katanya.


Zainuddin menilai Satgas tidak konsisten dengan komitmen awal untuk merespons cepat setiap dinamika di lapangan agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.


“Hingga hari ketiga, belum ada langkah konkret dari pemerintah. Yang paling terdampak justru pekerja lokal,” tegasnya.


Sebelumnya, Satuan Tugas Percepatan Investasi Kabupaten Luwu telah menggelar rapat koordinasi bersama PT Masmindo Dwi Area (MDA), organisasi perangkat daerah (OPD), serta Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Investasi. Pertemuan itu membahas berbagai dinamika di wilayah lingkar tambang.


Namun, sebulan setelah rapat tersebut, aksi pemalangan jalan justru terjadi dan berlangsung beberapa hari. Kondisi ini berdampak pada terhambatnya distribusi bahan pokok dan BBM serta terganggunya aktivitas ratusan pekerja.

أحدث أقدم