Basarnas Siagakan Personel di Titik Transportasi dan Wisata di Luwu Raya Selama Lebaran 2026

PALOPO - Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar melalui Pos Unit Siaga SAR Palopo melaksanakan Siaga SAR Khusus Lebaran 2026 untuk mengantisipasi potensi kondisi darurat selama arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah.

 


Kegiatan siaga tersebut dilaksanakan mulai 13 Maret hingga 26 Maret 2026, atau tujuh hari sebelum dan tujuh hari setelah Hari Raya Idul Fitri. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan personel dan peralatan SAR dalam menghadapi meningkatnya mobilitas masyarakat selama masa libur Lebaran.

 

Koordinator Pos Unit Siaga SAR Palopo, Rifman, mengatakan pelaksanaan siaga khusus tersebut merupakan bagian dari program kerja Basarnas yang dilaksanakan secara nasional berdasarkan arahan Direktorat Kesiapsiagaan Basarnas.

 

“Siaga SAR Khusus Lebaran 2026 ini kami laksanakan sesuai program kerja serta arahan dari Direktorat Kesiapsiagaan Basarnas pusat. Kami menyiapkan personel, peralatan SAR, serta bersinergi dengan seluruh potensi SAR yang ada di wilayah Luwu Raya,” ujar Rifman, Selasa (17/3/2026).

 

Menurut dia, momentum Lebaran tahun ini diperkirakan akan meningkatkan pergerakan masyarakat. Hal ini dipicu oleh perayaan Idul Fitri 1447 H yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi, sehingga potensi lonjakan arus mudik dan arus balik diprediksi lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

 

Untuk itu, Basarnas menyiapkan sejumlah personel yang akan bersiaga di beberapa titik strategis, terutama di kawasan transportasi dan lokasi wisata yang ramai dikunjungi masyarakat selama libur Lebaran.

 

Beberapa lokasi yang menjadi fokus pemantauan antara lain Bandara Lagaligo Bua, Pelabuhan Tanjung Ringgit, serta sejumlah destinasi wisata di wilayah Kota Palopo dan sekitarnya.

 

Adapun lokasi wisata yang masuk dalam pengawasan di antaranya kawasan Sungai Latuppa, Pantai Labombo, Waitido, Batupapan, serta beberapa tempat wisata lainnya yang diperkirakan akan dipadati pengunjung.

 

Rifman menjelaskan, Siaga SAR Khusus Lebaran juga bertujuan untuk mempercepat waktu respons (response time) Basarnas dalam menangani berbagai kondisi yang membahayakan manusia.

 

“Siaga ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan kejadian seperti musibah penerbangan, kecelakaan pelayaran, kecelakaan kendaraan, maupun kondisi darurat lainnya yang membutuhkan penanganan SAR secara cepat,” kata dia.

 

Dalam pelaksanaannya, Basarnas juga menggandeng berbagai instansi terkait untuk memperkuat koordinasi di lapangan. Instansi tersebut antara lain TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPBD, Satpol PP, serta sejumlah organisasi dan relawan potensi SAR.

 

Kolaborasi lintas instansi ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi darurat selama periode mudik dan libur Lebaran.

 

Rifman berharap seluruh rangkaian kegiatan masyarakat selama arus mudik hingga arus balik Lebaran dapat berjalan dengan aman dan lancar.

 

“Harapan kami, seluruh aktivitas masyarakat selama periode Lebaran dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan terkendali, sehingga target zero accident dapat tercapai,” ujarnya.

أحدث أقدم